Jumat, 20 Maret 2015

Mendesain ruang belajar anak




Beberapa hal yang harus diperhattikan dalam mendesain kamar belajar anak

Cermatilah apa yang harus ada dan tidak di ruang belajar


Untuk membuat ruang belajar terasa nyaman bagi anak anak ada baiknya anda memperhatikan apa yang boleh dan apa yang tidak di ruang belajar. Baik dari sisi desain maupun perabot pengisi untuk ruang belajar.

Dengan memperhatikan aturannya anda membuat ruang belajar menjadi tempat yang nyaman untuk anak anda untuk belajar dan berkarya. Berikut ini detail aturannya:

Semarakkan dengan warna atraktif

Warna ruangan juga dapat mempengaruhi semangat belajar anak. Beberapa warna yang dapat dipertimbangkan warna-warna yang atraktif seperti uraian di bawah ini:


 
Warna merah marun akan menstimulasi tubuh dan energi anak untuk lebih siaga, tetapi tidak menjadi agresif seperti warna merah terang menyala.

Warna biru dapat diasosiasikan dengan intelektual dan pemikiran dan membuat anak menjadi tenang. Biru yang kuat dapat menstimulasi pemikiran yang jelas, sementara biru muda yang lembut akan menenangkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

Warna kuning adalah warna emosional, namun jika tepat komposisinya akan membuat anak lebih terstimulasi, bersemangat, dan percaya diri. tetapi jika berlebihan akan menyebabkan ketegangan bahkan kecemasan.

Warna hijau
adalah warna yang seimbang dan aman, tetapi memang kurang menstimulasi anak secara psikologi.

Jangan goda anak dengan mainan


Hindari meletakkan benda-benda lain yang tidak berhubungan dengan proses belajar, karena dapat mengganggu kegiatan belajar. Barang-barang seperti televisi, pemutar musik, video game, telepon sebaiknya tidak ada di dalam ruang belajar karena dapat menggoda anak untuk menggunakannya.

Lengkapi dengan musik

Jika anak anda terbiasa belajar dengan iringan musik, tidak ada salahnya meletakkan pemutar musik di ruang belajar. Mendengarkan musik klasik sebelum belajar atau selama belajar dapat meningkatkan produktivitas belajar. Tentunya harus diperhatikan volume musik agar tidak terlalu keras, sehingga merusak konsentrasinya saat belajar.

 

Nyaman dengan temperatur yang pas


Temperatur dan ventilasi ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan belajar, Temperatur tidak boleh terlalu panas atau dingin. Panas akan mengganggu belajar karena mereka merasa tak nyaman,
sedangkan dingin akan membuat mereka mengantuk. Pengaturan keluar masuknya udara perlu diperhatikan juga, karena harus tersedia udara yang cukup bagi anak selama belajar. Saat belajar, tubuh menggunakan energi yang besar dan energi tersebut dibawa oleh darah termasuk hasil pengolahan oksigen oleh paru paru. Saat udara tidak mengalir dengan baik, otak dan tubuh akan kekurangan udara segar sehingga membuat anak mengantuk dan cepat lelah. Akibatnya proses belajar tidak optimal.

Atur pencahayaan


Agar nyaman saat belajar, pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan. Cahaya harus berwarna putih dengan kadar terang yang cukup agar anak dapat melihat tulisan atau gambar dengan jelas, tanpa perlu mata mereka berakomodasi secara berlebihan. Hindari warna-warna yang remang, karena semakin remang cahaya, semakin cepat lelah mata mereka, karena harus berakomodasi secara berlebihan, sehingga suasana belajar menjadi kurang optimal.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rak unik buatan sendiri

Rak unik buatan sendiri dari bahan-bahan dirumah Daripada membeli, sebenarnya kita bisa memanfaatkan bahan-bahan tak terpakai dirum...